Sabtu, 23 April 2011

Planet Yupiter-Uranus Dekati Bumi !

Guys ! ternyata planet Yupiter-Uranus pernah dekati bumi!!



Yupiter hanya berjarak 368 juta mil dari bumi pada tanggal 27 September 2010 lalu yang merupakan jarak terdekat sejak 1963. Yupiter bisa dilihat saat senja di sebelah timur dalam posisi rendah. Sekitar tengah malam, Yupiter berada di atas kepala. Planet terbesar di tata surya itu saat ini sudah terlihat seperti bintang paling terang, tiga kali lebih terang dari bintang paling terang di langit, Sirius. Satu-satunya yang lebih terang di langit malam adalah bulan kita. Teropong dan teleskop akan secara dramatis dapat meningkatkan tampilan Yupiter."Yupiter begitu cerah saat ini, Anda tidak perlu peta langit untuk menemukannya," kata Tony Phillips, seorang astronom California yang bekerja untuk NASA.

"Anda cukup ke luar dan bisa melihatnya sangat eye-catching."


Phillips mengatakan belum pernah melihat Yupiter begitu terang. "Untuk seorang pengamat berpengalaman, perbedaan itu perlu dapat catatan," katanya. Secara kebetulan, Uranus juga berada dalam posisi dekat di malam yang sama. Planet itu akan muncul dekat dengan Yupiter, namun sulit untuk melihat dengan mata telanjang. Melalui teleskop, akan bersinar seperti zamrud satu derajat lebih gelap dari Yupiter. Guys, Yupiter akan ada didekat bumi sekitar setiap 12 tahun sekali. Apa yang membuat langka, kata Phillips Uranus dalam posisi yang dekat juga. Dia menyebut hal itu sebagai "peristiwa sekali dalam seumur hidup." Meskipun jika dilihat melalui teleskop tepat di samping Yupiter, Uranus sebenarnya berjarak 1,7 miliar mil dari bumi pada Senin malam.


Keterangan : 

Sumber  & Gambar

Pendidikan formal Di Indonesia



Guys, tahukah kita bagaimana kualitas pendidikan di negeri kita saat ini ? semakin memburuk atau membaik ? apakah lebih unggul dibanding negara lain ? saya rasa, semua tahu apa jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tadi. Mengapa ? mengapa kualitas di negeri ”Jabrut khatulistiwa” ini semakin memprihatikan dari hari ke hari ? lalu, siapa yang harus bergerak mengatasinya ? apakah pemerintah lagi yang harus jadi ujung tombaknya ? lalu, kita sebagi rakyat hanya diam melihat semua ini ? dan inilah jawaban yang saya harap dapat membantu.

Guys, seperti yang kita tahu,  sistem pendidikan di negara kita dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu formal dan non-formal.  pendidikan formal itu sendiri dibagi menjadi tiga tingkatan: primer, sekunder dan pendidikan tersier. Sementara pendidikan non-formal dilakukan bagi peserta didik yang mendapatkan kesulitan untuk memenuhi persyaratan dalam pendidikan formal. Meskipun berbeda, tetapi tujuan kedua pendidikan tersebut tetap sama yaitu untuk mewujudkan proses pendidikan di negara kita lebih baik lagi.

Pemerintah saat ini selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan formal. Yaitu dengan mengadakan ujian nasional yang bertujuan untuk kualitas pendidikan yang sama di seluruh Indonesia. Kemudian instruktur / guru ditingkatkan sesuai dengan bidang mereka. Pemerintah juga memperhatikan kesejahteraan guru dengan memberikan sertifikasi. Semua ini bertujuan untuk semakin meningkatkan kualitas pendidikan formal di Indonesia.


Tapi, apakah kualitas pendidikan yang baik ini telah seluruhnya dinikmati oleh seluruh anak-anak Indonesia? Faktanya, karena faktor ekonomi, banyak anak usia sekolah di Indonesia harus ikut mencari nafkah untuk keluarganya. Dan dampaknya ? tentu saja ilmu yang mereka serap lebih kecil jika dibandingkan dengan anak-anak yang memiliki keluarga yang sejahtera. Kemudian, anak-anak usia sekolah yang hidup dengan keluarga di bawah garis kemiskinan, pada umumnya hanya mampu membaca dan menulis. Inilah salah satu hal yang harus  kita pikirkan bersama untuk dipecahkan.


lalu bagaimana dengan dana BOS ? apakah dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah yang dimaksudkan untuk mengurangi beban masyarakat dalam biaya pendidikan, telah mampu merealisasikan pendidikan yang tidak dipungut biaya apapun ? ya, sekolah memang gratis, namun buku pelajaran, seragam sekolah, alat tulis, sepatu dan keperluan lainnya tidak lah murah, bukan ? inilah yang menjadi salah satu faktor pendorong untuk anak-anak Indonesia, terpaksa putus sekolah karena masalah ”ekonomi”. Mereka lebih memilih bekerja untuk mencari nafkah untuk keluarga mereka.
Guys, sehubungan dengan peringatan HARDIKNAS pada tanggal 2 Mei mendatang, harus ada tindakan untuk menyelesaikan masalah ini ! ingat, Harus ada tindakan untuk menyelesaikan masalah ini ! maka dari itu, siapa  yang harus mengambil bagian dalam tindakan ini? Pemerintah lagi ? menteri? kepala sekolah? atau siapa lagi?

Guys, menurut pendapat saya, semua orang harus bertanggung jawab untuk memecahkan masalah ini. Apa yang harus kita lakukan untuk itu? ya, dengan mendukung "gerakan nasional orang tua asuh" yang telah berdiri sejak 29 Mei 1996 untuk melawan ”kebodohan”.

Yup ! dengan menjadi "orang tua asuh" akan sangat berguna bagi anak-anak yang tinggal di bawah garis kemiskinan. Kita dapat membantu mereka dengan memberikan beasiswa. Mereka dapat melanjutkan sekolah sampai program wajib belajar 9 tahun yang telah dicanangkan oleh pemerintah dapat terlaksanakan dengan baik. Dengan demikian, kualitas siswa di negara kita akan meningkat!


Guys, karena masalah yang kita hadapi saat ini, solusi yang telah saya bahas tadi akan sia-sia dan terbuang percuma jika kita tidak mengambil tindakan sekarang. Coba bayangkan, bagaimana kualitas generasi selanjutnya di negara kita 20-30 tahun kemudian, jika kita tidak melakukan perubahan sekarang ! Semua orang harus ikut andil melakukan  tindakan untuk memperbaiki masalah ini, sekarang atau tidak selamanya !


Menjelang hari pendidikan nasional (HARDIKNAS) tahun ini, saya berharap semoga bangsa Indonesia dapat meningkatkan dan menciptakan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa yang lebih produktif, lebih kreatif, lebih inovatif dan berguna bagi bangsa dan negara ! serta menciptakan kualitas sumber daya manusia yang
tinggi yang dapat mandiri dan memenuhi kebutuhan alam semesta. 

Well, what do you think, guys ? apakah kalian setuju jika setiap orang mencoba untuk ikut andil dalam menyelesaikan masalah ini ? saya harap, “iya”.

Kterangan : Gambar

Jumat, 22 April 2011

Makna Hari Pendidikan Nasional

Guys, tak terasa hanya tinggal menghitung hari menuju peringatan HARDIKNAS (Hari Pendidikan Nasional) tahun 2011. Berbicara mengenai makna HARDIKNAS sendiri, apa sih makna sebenernya ? apakah dengan diperingatinya HARDIKNAS pada tanggal 2 Mei mendatang, mengartikan bahwa bangsa Indonesia telah bebas dari “kebodohan” ?

Ya, banyak orang menganggap makna HARDIKNAS hanya sebatas peringatan dimana setiap pelajar mengikuti upacara, lalu dilanjutkan dengan mendengarkan amanat/pidato mengenai HARDIKNAS dari pembina ataupun istruktur upacara. Tapi itu salah, makna HARDIKNAS bukanlah sekedar upacara peringatan . HARDIKNAS seharusnya dimaknai dengan solusi penyelesaian masalah dan pemberantasan kebodohan di negeri “Jambrut khatulistiwa” ini.

Yup ! tiada masa paling indah, masa-masa di sekolah itulah sebaris potongan lagu dari Alm. Chrisye yang menggambarkan tentang betapa indahnya masa-masa kita saat ini yang tak lain dan tak bukan adalah masa remaja berada disekolah. Namun di balik bait yang indah itu ternyata banyak anak-anak dan remaja di Indonesia yang tidak dapat merasakan masa-masa yang paling indah itu.


Guys, bukankah kita sering melihat tubuh kecil yang letih di pinggir-pinggir jalanan, mereka yang hidup di kolong-kolong jembatan, mereka yang hidup di rumah-rumah kardus ? Mereka yang harusnya berada di bangku-bangku sekolah untuk mengenyam pendidikan tetapi harus bergelut dengan kerasnya dunia ini dengan bekerja di jalan-jalan dengan menjajakan koran, mengamen, bahkan mengemis dari fajar menyingsing hingga gulitanya malam. mereka mengadu nasib hanya untuk mencari sesuap nasi bahkan untuk menghidupi keluarga, mereka tak ingat sekolah dan merekapun tak bisa berbuat apa-apa karena dililit oleh himpitan ekonomi yang memaksa mereka harus berbuat seperti itu, setiap hari kulit mereka hanya terpanggang oleh terik matahari, mereka harus mengadu nasib di sudut-sudut kota seperti di kota Bandar Lampung ini. sudah seharusnyalah kita memberikan setitik harapan kepada mereka, mereka juga ingin menggapai cita-cita seperti kita semua semua orang mempunyai mimpi dan harapan, tanpa terkecuali. Tentu saja mereka juga ingin merasakan bahagia dan merasakan manisnya masa kanak-kanak mereka seperti anak lainnya.Di usia berliannya, mereka harus kehilangan kesempatan menggapai bintang untuk masa depan yang lebih cerah.

Kemudian masalah ekonomi di negeri ini, guys. Factor terbesar yang mendorong ana-anak Indonesia untuk putus sekolah dan terpaksa bekerja adalah factor ekonomi. Banyak pengangguran, banyak rakyat miskin, dan banyak anak jalanan adalah hasil dari himpitan ekonomi penduduk Indonesia. Masalah anak-anak jalanan yang putus sekolah dinegeri ini adalah salah satu bukti bahwa kebodohan di negeri kita tercinta ini belum terperangi dengan serius.

Yang ketiga adalah masalah Kesehatan, guys. Bila tidak ada yang mau melakukan perubahan di negeri ini, masalah kesehatanpun akan ikut andil. Berawal dari kemiskinan & pengangguran, banyak rakyat Indonesia, terutama kaum ibu yang sedang mengandung bayinya tidak memperhatikan kesehatan dirinya dan janinnya. Mengapa ? ya, lagi-lagi karena factor ekonomi. Mahalnya harga kesehatan di negeri ini membuat banyak orang melalaikannya. Kemudian, setelah 9 bulan mengandung, tiba saatnya si ibu melahirkan anaknya, tapi apa ? karena Gizi yang kurang & kurang memperhatikan kesehatan membuat banyak anak Indonesia harus terlahir cacat.

Guys, masalah kelangsungan pendidikan anak adalah persoalan di Indonesia saat ini. Bukan rahasia lagi bahwa saat ini masih ada jutaan anak sekolah di negeri ini terancam masa depannya karena lagi-lagi faktor ekonomi  dan mereka tak sanggup melanjutkan sekolah.mereka terpaksa melakukannya. Jangankan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, untuk bisa bertahan di tingkat pendidikan menengah sekalipun mereka tidak mampu.

Guys, tentu saja masalah pendidikan dan kesehatan adalah hal yang paling penting untuk diperhatikan oleh kita semua, baik dari pemerintah, sawsta, LSM, ataupun masyarakat. karena dengan setitik perubahan, kita akan memetik hasil yang besar dikemuadian hari, yaitu bangsa yang cerdas dan bermartabat.

Guys, dalam rangka memaknai HARDIKNAS yang kesekian kalinya ini, berarti inilah saatnya perubahan ! Permasalahan anak yang saat ini terjadi di indonesia adalah permasalahan milik kita bersama, bukan hanya orang tua, masyarakat, ataupun pemerintah. Untuk itu marilah kita bangun bersama masa depan anak-anak bangsa ini dengan memperhatikan pendidikan dan kesehatan mereka karena masa depan bangsa ini ada pada pundak mereka. Jangan sampai neeri ini dikemudian hari nanti hanya akan menjadi bangsa yang tak bisa bersaing dengan bangsa lainnya yang dikarenakan kurang gizi dan minimnya ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh paragenerasi penerus bangsa saat ini.


Guys, it's time to change ! we need a solution not a "Promise" !  mari bersama-sama perangi "kebodohan" ! buktikan pada negara lain kalau Indonesia BISA !

keterangan : Gambar  

Hari Pendidikan Nasional,Bukan Sekedar Ceremonial



HARDIKNAS itu apa sih ? guys, sebelum saya melanjutkan artikel ini, sebenernya apa sih HARDIKNAS itu ? yup ! saya rasa semua orang tahu apa arti kata tersebut. HARDINAS adalah singkatan dari kata Hari Pendidikan Nasional yang selalu diperingati pada tanggal 2 Mei. Tanggal 2 Mei sendiri dijadikan sebagai hari Pendidikan Nasional bertepatan dengan hari lahirnya salah satu tokoh pendidikan kita, yaitu Ki Hajar Dewantar dengan nama asli Raden Mas Soewardi. 


Dan guys, Sebentar lagi tanggal 2 Mei yang merupakan peringatan Hari Pendidikan Nasional. Dalam benak kita sebagi pelajar,  peringatan Hardiknas hanya sekedar ceremonial belaka, ngumpul dilapangan, nakin bendera,  berpanas panasan, nyanyiin lagu kebangsaan, dengerin pidato trus bubar, tanpa tahu apa makna dibalik peringatan tersebut.

Guys, sebenarnya HARDIKNAS bukan sekedar perayaan atau ceremonial biasa. Ada makna terselubung dalam artian kata tersebut. Tapi, apa maknanya ? kalau pelajar Indonesia masih menyamakan makna HARDIKNAS dengan sekedar ceremonial saja, berarti sama artinya kita tidak menghargai jasa-jasa serta perjuangan pahlawan pendidikan kita yang telah berjuang mati-matian demi mencerdaskan anak bangsa sesuai dengan tujuan bangsa Indonesia sendiri yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 yaitu "Mencerdaskan kehidupan bangsa".  


Guys, banyak hal yang dapat kita lakukan dan sebenarnya sederhana namun lebih bermanfaat dari sekedar ceremonial belaka. Ceremonial tersebut hanya dilaksanakan bagi mereka yang bersekolah. lalu bagaimana halnya dengan mereka, teman-teman kita diluar sana yang masih tidak bisa mengenyam pendidikan karena faktor ekonomi ? apakah  kita sebagai pelajar yang memiliki integritas tinggi ini akan terus membiarkan kondisi seperti ini berlanjut di negeri kita  ? 


Yup ! seharusnya Pendidikan di Indonesia ini merata. Semua warga Indonesia berhak atas Pendidikan. Tapi kenyataan terkadang membuat kita bertanya pada benak kita sendir. Kenapa masih ada yang tidak bersekolah? Kenapa masih ada yang terlantar sekolah nya karena biaya? Apakah ini yang namanya pendidikan nasional?

Ini menjadi masalah kita semua, bagaimana caranya agar mereka yang tak  bisa mengecap bangku sekolah dapat menerima saluran pendidikan ? Momen HARDIKNAS ini lah yang saya rasa sangat tepat untuk kita melakukan sebuah perubahan. Dari pada sekedar ceremonial belaka, lebih baik kita menyantuni mereka yang tidak mengecap pendidikan khususnya mereka yang berusia dini, sama seperti kita.

Guys, tentu saja banyak hal yang bisa kita lakukan. Ide itu akan bermunculan jika ada kemauan dan niat tulus, Inilah saatnya membuka sebuah cakrawala pendidikan yang baru, yang lebih berkualitas di negeri ini. Contoh ide tersebut bisa dalam bentuk Rumbel, Rumah Baca, Pondok Karya, dan sebagainya.

Tentu saja berbicara tentang Hardiknas, tak akan pernah lepas dari sosok Ki Hajar Dewantara  yang telah sangat berjasa dalam memperjuangkan dunia pendidikan Indonesia di masa kolonial Belanda. Beliau adalah sosok Guru. Beliau adalah seorang pahlawan. Beliau membuka jalan pendidikan di Negeri ini. Lantas kenapa negara masih membatasi atau tidak dengan layak memperhatikan pendidikan di Indonesia? apakah ini lagi-lagi kesalahan pemerintah ? 


Guys, kata “Ing ngarsa sung tulodho, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani”yang artinya adalah "di depan memberi teladan, di sisi 7 memberi bimbingan, dari belakang memberi dorongan" sudah sangat familiar ditelinga kita, terutama sebagai pelajar. Walaupun sekarang hanya tinggal kata  “Tut Wuri Handayani” saja yang menjadi motto pendidikan dan selalu menjadi logo di topi, dasi, dan sering tercantum di dada setiap-siswa siswi indonesia dari SD sampai SMU.

Dan tentu saja masih ada satu pahlawan lagi yang harusnya patut selalu kita kenang, pahlawan kita tercinta; pahlawan tanpa tanda jasa, pahlawan tanpa lencana, ia lah GURU. Guru yang selalu sabar dan tak kenal lelah mengajari kita from zero to hero. Adakah kita mendoakan nya selepas Ibadah - Ibadah kita? Adakah rasa terima kasih kita pada mereka? mereka yang tanpa ingin mengenal balas jasa. Yup, guys ! benar adanya inilah yang menjadi sebuah kebiasaan bagi kita. 


Guys, we need an action ! just say :


Hidup Pendidikan Indonesia!
Hidup Bangsa Indonesia!

keterangan : Gambar